Nikmati Sensasi Nunggang Gajah Sarma Bersama Wabup Bengkalis Bagus Santoso

Kamis, 22 April 2021 14:35 WIB

Share
Nikmati Sensasi Nunggang Gajah Sarma Bersama Wabup Bengkalis Bagus Santoso

POSKOTA.CO.ID | BENGKALIS - Surprise, tak disangka dan tak direncanakan. Aku ditemani 5 orang kawan dari Bengkalis disela sela acara agenda safari ramadhan, berkesempatan melihat, menyentuh dan menunggang diatas punggung binatang super besar Gajah Sarma di Muara Basung Kecamatan Pinggir wilayah daratan bagian pulau Sumatera Kabupaten Bengkalis. (20/4/01).

Berkah ramadhan tidak hanya jumpa manusia baik, alhamdulillah juga dipertemukan Gajah berhati mulia. Dikala manusia berebut ladang dengan mamalia, maka ada hikmah tersembul sesudahnya.

Binatang tergolong langka itu sekarang bersahabat dan membantu manusia. Ya, ia adalah Gajah dengan panggilan Sarma pemberian nama yang indah dari warga India.

Kini Sarma bersama 5 gajah keluarganya mendapat perawatan dan penjagaan pada kawasan kerja Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau. Tepatnya di Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Sebanga, Desa Muara Basung Kecamatan Pinggir, Bengkalis.

Untuk mengunjungi Gajah Sarma dan rombonganya sangat mudah, apalagi setelah dibangun jalan tol Pekanbaru Dumai masa Presiden Jokowi. Dari pintu keluar masuk Tol Pinggir langsung masuk jalan depan Kantor desa Muara Basung sekitar 5 Km sudah sampai di PLG.

Betapa sejak kebun sawit dibuka di Riau dan puncaknya sesuai data Balai Besar Konservasi Sumber Daya Hayati (BBKSDA) Riau, sejak awal Januari hingga Juni 2019.

Penanganan konflik gajah terjadi di berbagai wilayah seperti di wilayah Duri, Kabupaten Bengkalis, kemudian di Kecamatan Peranap dan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, serta di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.

Jadi perang manusia vs gajah hampir merata di hutan Belantara hutan Riau, terakhir di Duri Kabupaten Bengkalis, seekor anak gajah harus dievakuasi BKSDA akibat terkena jerat.

Periode Tahun itu, hampir setiap hari selalu diberitakan konflik manusia dengan Gajah. Masa itu manusia mengejar jalan rezeki, membuka hutan dijadikan lahan untuk tanam sawit dan bercocok tanam pangan.

Sang gajah mempertahankan rumahnya, sang manusia menebang hutan untuk mempertahankan kehidupan. Kontradiksi kepentingan yang tak dapat dielakkan. Konflik berakhir kekalahan sang Gajah.

Halaman
Reporter: Admin Local
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar