Haji Permata dan Baharudin Tewas Tertembak Oleh Bea Cukai, Razman Sebut : Usut Tak Ada Perdamain Disini  

Minggu, 20 Juni 2021 11:13 WIB

Share
Pengacara Razman dan Keluarga Korban
Pengacara Razman dan Keluarga Korban

PEKANBARU.RIAU,POSKOTA.CO.ID - Penanganan penembakan Haji Permata oleh Polda Riau, terkesan jalan ditempat. Pasca dialihkan proses penyelidikan pada bulan Januari 2021, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum, belum menetepakan tersangkan, sebatas pemeriksaan saksi. 

Selain itu, Baharudin yang juga saat kejadian, bertugas membawa kapal, terkena tembakan dibagian kepala. Dia pun meninggal dunia dirumah sakit daerah Jambi, tak lama setelah pemakaman Haji Permata. 

Menurut Kuasa Hukum Razman Arif Nasution, kasus Haji Permata dan kliennya Baharudin tewas tertembak oleh petugas Bea Cukai, belum tuntas ditangani penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, saat ini. 

"Kejadian itu Januari 2021, kasus ini terkesan jalan ditempat. Oleh karena itu, pihak keluarga korban (Baharudin,red) memilih jalur hukum atas diduga tewasnya tak wajar korban, terlepas juga dari tewasnya Haji Permata," kata Razman kepada Poskota.co.id, Sabtu (19/6/2021).

Menurut Razman, kliennya tewas tertembak bersama Haji Permata oleh petugas Bea Cukai saat aksi pengejaran kapal yang ditumpanginya perairan Sungai Buluh. Saat itu dalam pengungkapan diduga penyelundupan rokok ilegal. 

"Baharudin tewas usai mendapat perawatan tim medis rumah sakit di Jambi. Akibat luka parah tembakan yang mengenai dibagian kepalanya, nyawa korban tak tertolong lagi dan tewas," kata Razman. 

Terhadap dugaan adanya kejanggalan tewasnya Baharuddin, Razman dan pihak keluarga korban memilih jalur hukum dengan membuat Laporan Polisi (LP) ke Mapolda Riau. Berharap, kasus kliennya itu mendapatkan keadilan hukum. 

"Terkait LP di Polda Riau itu, dugaan kematian tidak wajar korban (Baharudin,red). Kita berharap kasus ini terang benerang," sebut Razman. 

Razman menjelaskan, sebelum kejadian itu Haji Permata dan anak buahnya menghubungi Baharudin untuk menyewa kapalnya. Tak lama, kapal petugas Bea Cukai datang dan mengejar kapal yang ditumpangi pengusaha asal Bugis itu, lalu terdengar suara tembakan. 

"Pengejaran kapal pun terjadi oleh petugas Bea Cukai dan penembakan. Bukan terjadi tembak menembak. Permata tewas lalu Baharudin juga tertembak dibagian kepala. Kita tau tupoksinya Bea Cukai ini sifatnya melumpuhkan, bukan membunuh," tegas Razman. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar