Vaksinasi Bumil dan Busui Sebagai Upaya Cegah Penularan COVID-19 Pada Ibu dan Bayinya

Rabu, 1 September 2021 15:04 WIB

Share
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir

PEKANBARU, RIAU.POSKOTA.CO.ID - Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dari pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil dan menyusui adalah mencegah terjadinya penularan COVID-19 pada ibu hamil dan bayinya.

Di samping itu, vaksinasi ini juga bertujuan menurunkan angka kematian dan angka kesakitan ibu hamil dan menyusui supaya tidak tertular dengan COVID-19.

"Jadi untuk mengamankan ibu hamil dan bayinya dari COVID-19, Alhamdulilah untuk Provinsi Riau kita mulai pada hari ini," katanya dalam acara pencanangan vaksin COVID-19 yang diselenggarakan POGI Riau bersama Pemprov Riau di Aula Serbaguna RSUD Arifin Achmad, Selasa (31/8/2021).

Pihaknya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Riau dan RSUD Arifin Achmad yang telah memfasilitasi terlaksananya kegiatan vaksinasi bagi ibu hamil dan menyusui ini.

Ia berharap dengan adanya gerakan dari POGI Riau, semua ibu-ibu hamil dan ibu-ibu menyusui di Provinsi Riau dapat divaksinasi sehingga ibunya sehat dan tentunya bayinya juga lahir dengan sehat.

"Terima kasih juga kepada ibu Wakil Ketua PKK Riau yang sudah hadir dalam kegiatan ini, PKK memiliki peran penting mensukseskan kegiatan vaksinasi bagi ibu-ibu," ujarnya.

Karena kader PKK sangat banyak hingga ke tingkat desa, Mimi berharap agar kader PKK dapat membantu pemerintah mensosialisasikan manfaat vaksinasi kepada masyarakat sehingga mau mengikuti kegiatan vaksinasi ini.

"Berharap nanti ini semua bisa dilaksanakan juga di kabupaten/kota," ujarnya.

Mimi menyampaikan bahwa untuk sasaran vaksinasi di Provinsi Riau sendiri, 70 persen dari jumlah penduduk 6,4 juta jiwa atau sekitar 4,4 juta jiwa harus divaksinasi untuk mendapatkan herd immunity.

Untuk saat ini vaksinasi pertama sudah dilaksanakan sekitar 22,6 persen dari jumlah penduduk, dan untuk vaksinasi kedua sekitar 15,8 persen. Yang mana menurutnya ini masih jauh dari angka yang diinginkan.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar