Vaksinasi Merdeka Anak, Mendagri: Jangan Sampai Kehilangan Generasi Cerdas Karena Daring

Sabtu, 22 Januari 2022 14:37 WIB

Share
Vaksinasi Merdeka Anak, Mendagri: Jangan Sampai Kehilangan Generasi Cerdas Karena Daring
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.

PEKANBARU, RIAU.POSKOTA.CO.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap mewaspadai penyebaran kasus varian baru COVID-19 Omicorn. Di Provinsi Riau kasus positif COVID-19 menurun drastis, bahkan kasus harian ada yang nihil.

Hal tersebut disampaikan oleh Mendagri, saat menyaksikan langsung pelaksanaan “Vaksinasi Merdeka Anak”. Kegiatan vaksinasi massal untuk anak-anak usia 6-11 tahun itu, digelar di SD 36 Pekanbaru.

Kehadiran Mendagri di lokasi tersebut, pada Jumat (21/1/2022) didampingi Gubernur Riau, Syamsuar, Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT, Kapolda Riau, Irjen M Iqbal, dan Danrem 031/WB, Brigjen M Syech Ismed. 

“Kasusnya sendiri yang positif sudah menurun, angka kematian yang jauh menurun. Kemudian, keterisian Bed Occupancy Rate (BOR) juga sangat rendah. Tapi jangan lengah ada varian baru omnicor. Di beberapa negara lain terjadi ledakan bahkan Singapura, Malaysia, lebih tinggi dari kita. Australia juga meledak 100 ribu kasus perhari. Artinya, kita tidak boleh lengah 3M jaga terus,” ujar Mendagri Tito Karnavian.

Dikatakan Mendagri, percepatan vaksinasi bagi seluruh masyarakat terus digesa. Karena dengan vaksinasi ini akan lebih memberikan kekebalan tubuh saat terserang virus COVID-19.

Terutama bagi lansia di tingkatkan, termasuk vaksinasi anak-anak yang dilaksanakan di sekolah-sekolah. 

Saat ini pelaksanaan vaksinasi bagi anak-anak sekolah mulai dari tingkat SMA, SMP dan SD. Selain itu juga telah dijalankan pembelajaran tatap muka langsung. 

Mendagri berharap jangan sampai anak-anak tidak bisa sekolah lantaran belum disuntik vaksin untuk menjaga kekebalan tubuh anak-anak.

Ia tidak ingin terjadi kehilangan generasi dan tidak maksimal dalam belajar. Percepat semua supaya cepat terkendali dan berjalan seperti biasa.

“Untuk anak-anak, terus didorong supaya dalam pembelajaran tatap muka. Karena kalu kita daring terus beda dengan tatap muka. Kita tidak ingin anak-anak kita menjadi lambat kurang cerdas, kurang pengetahuan karena metodenya hanya mengandalkan daring dikarenakan potensi penularan. Dengan divaksinasi mereka kebal otomatis akan lebih baik,” kata Mendagri.

Reporter: Husnul Qotimah
Editor: Husnul Qotimah
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar