PT SIPP Temui Pangdam dan Danrem, Terkait Aksi Penghadangan Mobil CPO  

Senin, 21 Februari 2022 01:06 WIB

Share
PT SIPP Temui Pangdam dan Danrem, Terkait Aksi Penghadangan Mobil CPO  
Oknum Yang Menghadang Mobil CPO

PEKANBARU.RIAU.POSKOTA.CO.ID - Aksi premanisme kembali terjadi, kali ini sebuah mobil tanki bermuatan CPO dihadang oleh sekelompok orang berpakaian preman di Jalan Rangau, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (18/2/2022) pukul 04.00 Wib.

Mobil tanki CPO ini, merupakan milik PT. Sawit Inti Prima Perkasa (PT.SIPP). Saat itu, mobil tengah membawa hasil produksi keluar dari pabrik untuk di distribusikan kembali. 

Dalam proses penghadangan mobil,  diduga salah seorang dari kelompok tersebut, diduga sempat mengaku-ngaku aksi tersebut atas perintah dari oknum perwira tinggi.

Mirisnya pengakuan oknum ini, sempat direkam lewat vidio durasi 2 menit 36 detik. Dalam rekam itu, terdengar jelas oknum ini dengan suara lantangnya diduga menyebut nama Pangdam dan Danrem.

Sementara, aksi penghadangan mobil CPO tersebut, belum jelas penyebabnya. Terkait aksi penghadangan mobil tanki CPO milik perusahaan yang dilakukan oleh sekolompok orang tersebut, Tomi Beliin Nuriyadi SH, selaku Penasehat Hukum PT. SIPP, angkat bicara, Minggu (20/2/2022) sore.

Menurut dia, aksi nekat melakukan penghadangan mobil CPO yang saat itu keluar dari pabrik, dinilai tidak wajar. Bahkan, akibat aksi penghadangan tersebut bisa membuat perusahaan rugi besar.

"Sebenarnya malam itu, perusahaan ingin mengeluarkan CPO, yang saat itu kondisinya sudah terlalu lama.  Khawatirnya akan mengalami kebusukan. Ini yang menyebabkan perusahaan rugi besar ditafsir hingga Rp5 miliar," terangnya.

Sementara itu, CPO yang akan dikeluarkan ini adalah haknya dari perusahaan itu sendiri. Menurut Tomi, maksud dan tujuan oknum untuk menghalang-halangi pengeluaran hasil produksi perusahaan ini, dinilai tidak tepat.

"Terkait aksi oknum ini, kita akan lakukan tindakan hukum. Sedangkan oknum yang diduga membawa nama Pangdam dan Danrem, kita akan lakukan koordinasi ke yang bersangkutan (Pangdam dan Danrem,red)," pungkasnya.

 

Reporter: Helmi
Editor: Helmi
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar