Konsep IPG Modal Penting Cegah Kebakaran Hutan di Lahan Gambut

Rabu, 25 Mei 2022 06:58 WIB

Share
Konsep IPG Modal Penting Cegah Kebakaran Hutan di Lahan Gambut
Wakil Menteri LHK Alue Dohong

DUMAI.RIAU.POSKOTA.CO.ID - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), melakukan konsep pencegahan dini terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) didaerah Kota Dumai, Provinsi Riau.

Dimana, pasca terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang begitu masif di tahun 2015, silam, diwilayah Provinsi Riau. Membuat pemerintah menjadikan target prioritas utama untuk restorasi gambut.

Dalam konsep ini, Infrastruktur Pembasahan Gambut (IPG) yang dibangun seperti sekat kanal/penimbunan kanal, didesain agar efektif dan berfungsi untuk pembasahan gambut yang berkelanjutan. 

BRGM bertugas melakukan percepatan restorasi lahan gambut seluas dua juta hektare dalam kurun waktu 5 tahun. Oleh karena itu, sejak tahun 2016, kegiatan restorasi gambut telah dilaksanakan secara intens oleh BRG di Provinsi Riau. 

Demi mempercepat proses pemulihan gambut, BRG menempuh dua metode restorasi, yakni restorasi biofisik melalui kegiatan pendekatan rewetting (pembasahan), revegetasi dan revitalisasi ekonomi (3R) dan restorasi aspek sosial budaya masyarakat melalui kegiatan Desa Peduli Gambut (DPG). 

Kegiatan restorasi gambut ini, langsung ditinjau oleh Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong. Sekaligus meninjau sekat kanal dan revitalisasi lahan gambut di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Kamis (19/5/2022). 

"Upaya-upaya preventif harus terus dilakukan untuk pencegahan terjadinya karhutla. Pencegahan dilakukan dengan melakukan pengawasan atau monitoring secara rutin," ujar Alue.

Lanjut Alue, kegiatan restorasi gambut di Provinsi Riau menjadi prioritas utama bagi pemerintah sejak terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang begitu masif di tahun 2015. 

"Selama tahun 2017-2020 yang menjadi periode pertama masa kerja BRG di Provinsi Riau, BRG telah berhasil melakukan upaya pembasahan melalui pembangunan sumur bor sejumlah 1.125 unit dan sekat kanal sebanyak 1.509 unit," sambung Alue.

Dalam peninjauan ini, Alue didampingi oleh Walikota Dumai, Paisal, dan sejumlah unsur dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). 

Halaman
Reporter: Helmi
Editor: Helmi
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar