Ratusan Pengungsi Afganistan Unjuk Rasa, Minta Pindah ke Negara Ketiga

Kamis, 28 Juli 2022 01:16 WIB

Share
Ratusan Pengungsi Afganistan Unjuk Rasa, Minta Pindah ke Negara Ketiga
Pertemuan Pengungsi Afganistan

PEKANBARU.RIAU.POSKOTA.CO.ID - Sekitar ratusan orang pengungsi Afganistan yang berada di Kota Pekanbaru menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Riau, kemaren.

Para demonstran ini melakukan Long March atau berjalan kaki, dari gedung MTQ Pekanbaru sambil membentangkan spanduk besar. 

Dalam orasinya, demonstran ini menyuarakan dengan lantang tentang keinginannya untuk resetlement atau penempatan di negara ketiga. 

Setelah melakukan orasinya, demonstran langsung disambut oleh Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkum HAM Riau, Achmad Brahmantyo Machmud, didampingi Kepala Rudenim Pekanbaru, Yanto Andrianto. 

Sejumlah perwakilan pengungsi melakukan pertemuan menyampaikan semua aspirasi mereka dengan pihak Kemenkum HAM Riau untuk menampung serta mencari ruang diskusi untuk bersama. 

"Secara statistik ada 13.000 orang  jumlah pengungsi di seluruh Indonesia, sementara setiap tahunnya kuota keberangkatan hanya mencapai 900 orang per tahun," tutur Brahmantyo.

Selama pengajuan itu, para demonstran juga diminta untuk bersabar dan bersyukur yang selama ini telah menerima bantuan serta berbagai pertolongan. 

Dalam prosesnya, pihak dari Kemenkum HAM Riau sendiri menyatakan akan selalu bersedia menampung segala keluhan tersebut. Sampai saat ini, jumlah pengungsi di Riau secara statistik telah mengalami penurunan.

"Sehingga, kami turut berusaha memenuhi hak para pengungsi untuk mendapat tempat yang bersedia menampung demi kelangsungan kesejahteraan hidup sebagai manusia," terangnya.

Sementara itu, Rafqi selaku perwakilan UNHCR, turut memberikan pengertian kepada demonstran bahwa proses 
resetlement merupakan wewenang dari negara tujuan. 

Halaman
Reporter: Helmi
Editor: Helmi
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar