AMRIS Gelar Aksi Stop Kampanye Negatif Terhadap Sawit

Rabu, 28 September 2022 03:57 WIB

Share
AMRIS Demo di DPRD Riau
AMRIS Demo di DPRD Riau

PEKANBARU.RIAU.POSKOTA.CO.ID - Sejumlah massa tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Sawit Riau (AMRIS) melakukan aksi unjuk rasa di Depan Gedung DPRD Provinsi Riau, Senin (26/9/2022).

Aksi massa ini meminta sejumlah pihak yang tidak suka dengan sawit agar berhenti melakukan kampanye negatif.

Dalam aksinya, massa membawa atribut berupa spanduk bertuliskan stop penyesatan informasi industri sawit ke publik dan menolak kampanye negatif UU Cipta Kerja sektor kehutanan serta lindungi iklim investasi di Riau.

Sugar Simanjuntak mengatakan unjuk rasa itu sebagai bentuk kepedulian terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terus berupaya mendorong investasi. 

"Selain itu juga untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui terciptanya lebih banyak lapangan kerja," ujar Sugar selaku koordinator  aksi. 

Menurut Sugar, pemerintah tidak bisa melakukan pekerjaannya sendiri. Dia menilai pemerintah memerlukan peran dan dukungan semua kalangan, termasuk aparatur birokrasi dan penegak hukum, sektor swasta.

Bahkan, peran asyarakat serta organisasi masyarakat sipil juga diperlukan untuk menciptakan kemudahan berusaha dan peningkatan ekosistem investasi di dalam negeri. 

"Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah menerbitkan UU No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja). Dimana khusus untuk sektor kehutanan secara khusus mengatur tentang penyelesaian keterlanjuran penguasaan dan pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan sawit tanpa izin bidang kehutanan, baik berasal korporasi, lembaga pemerintah, masyarakat lokal dan lainnya," terangnya. 

Sugar menjelaskan, secara nasional, perkebunan sawit sebagai industri padat karya dengan luas mencapai 15 jutaan hektar dan jutaan orang di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke menggantungkan hidupnya pada sektor kelapa sawit

"Dari hulu ke hilir industri kelapa sawit telah terbukti nyata menciptakan 16 juta lapangan pekerjaan. Sejak tahun 2000 sektor kelapa sawit telah membantu lebih dari 10 juta orang keluar dari garis kemiskinan," kata dia.

Halaman
Reporter: Helmi
Editor: Helmi
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar