KNPI Pekanbaru Desak Komusaris Utama PT PHR Dicopot Terkait Tewasnya Buruh Migas Blok Rokan

Selasa, 24 Januari 2023 15:53 WIB

Share
Fikri
Fikri

PEKANBARU.RIAU.POSKOTA.CO.ID - Kembali terjadi seorang buruh migas di Blok Rokan yang menjadi karyawan mitra di PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) kemaren tewas saat berkerja, diduga akibat kelalaian dari perusahaan. 

Permasalahan ini, kian memanas setelah, pasalnya pihak perusahaan belum melakukan evaluasi terhadap aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja standar kerja hulu migas tersebut. 

Masalah tersebut membuat KNPI Kota Pekanbaru kembali angkat bicara, menurut Fikri Abdurrahman terkait  kematian tenaga kerja di PT PHR, yang meninggal dunia diduga akibat kelalaian dari perusahaan yang tidak mengutamakan keselamatan jiwa pekerjanya. 

Masih menurut Wakil Ketua Bidang Ketenagakejaan KNPI Kota Pekanbaru itu, sejauh ini data pada awal bulan Januari 2022 total sudah ada 7 pekerja yang tewas meregang nyawa di tempat kerja di PT. PHR.

"Tentunya kami mengirimkan dukungan terbaik kepada pihak keluarga dan teman-teman yang ditinggalkan," ujarnya, Selasa (23/1/2023). 

Dia menambahkan data terbaru seorang buruh kembali tewas di Blok Rokan akibat mengalami kecelakaan kerja pada Rabu (19/1/2023), lalu. 

Terhadap kecelakaan yang sangat teramat bersifat fatal ini, dia mengatakan, bahkan enam pekerja sebelumnya pada periode Juli hingga Desember 2022 lalu juga bernasif serupa. 

"Sangat di sayangkan terkait tragedi yang menimpa tenaga kerja di PT PHR. kasus terakhir murni kecelakaan kerja dan terkategori fatality di mana pekerja DS (22) tertimpa Full Opening Safety Valve (FOSV) yang terjatuh dan mengenai Floorman DS yang berada di Working Platform (WPF)," terangnya. 

Ia juga menegaskan, seharusnya perusahaan lebih memperhatikan SOP dan aspek-aspek penting terkait jaminan akan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). 

"Hal ini merupakan tanggung jawab bersama, baik memberikan suasanan dan sistem kerja yang aman serta dari sisi tenaga kerja untuk bertindak secara selamat," tegas Fikri. 

Halaman
Reporter: Helmi
Editor: Helmi
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler